Advertisement

Main Ad

Zoom Kelas VTS (Visual Thinking Strategies)

Halo namaku Oji, umurku 10 tahun. Aku akan lanjut bercerita tentang kelas VTS lewat zoom meeting yang dipandu oleh kak Kaysan dan kak Inu. Sebelumnya, kalau kalian bingung membaca tulisan ini, baca dulu tulisanku yang ini https://olympusgatotkaca.blogspot.com/2020/07/amati-sekitar.html#more karena ada kaitannya.

Jadi, setelah aneka tugas dan aktivitas Amati Sekitar selesai dikerjakan, kak Kaysan menawarkan kami yang sudah selesai mengerjakan semua tugas di google classroom untuk mengikuti kelas VTS (Visual Thinking Strategies) lewat zoom pada tanggal 5 Juli 2020.

Aku dan adikku Yanthi bisa mengikuti zoom karena kami sudah selesai menyelesaikan semua tugas Amati Sekitar di google classroom. Setelah aku masuk zoom meeting, ada kak Inu, kakak mentor dari Jaladwara, yang memandu kegiatan kami bersama kak Kaysan. Dan ada juga beberapa teman peserta lainnya, ada yang dari Jakarta, Pacitan dan dari Jogya. Kami diminta memperkenalkan diri melalui chat dengan cara menuliskan nama.





CERITA GAMBAR 1
Setelah itu kami diperlihatkan sebuah lukisan bergambar. Aku dan teman-teman peserta diminta untuk menyimak, melihat dan menyimpulkan lukisan tersebut. Dan setiap dari kami diminta untuk memberikan pendapat.

Dalam sebuah lukisan, berisi gambar banyak orang. Masing-masing dari kami diminta untuk  memilih orang yang ada di gambar tersebut. Aku memilih gambar orang memegang sebuah terompet: aku menyimpulkan dia sedang bermain terompet. Tapi tidak ada yang mendengarnya bermain, jadi tangannya berpose seolah-olah dia bilang, 'Heiii, dengarkan aku!".



CERITA GAMBAR 2 DAN 3:

Setelah itu ada dua gambar buatan kak Kaysan dan kami semua diminta memberi pendapat masing-masing tentang gambar tersebut sesuai imajinasi.





Pendapatku melihat dua lukisan tersebut: Karena burung gereja sudah semakin banyak populasinya, mereka memakan manusia. Dan ceritanya karena mereka bukan dari planet Bumi, kalau mereka memakan daging mereka akan semakin membesar. Dan mereka akan menjadi penguasa Bumi.





Cerita kak Kaysan dari 2 gambar di atas: Dulu burung gereja itu, awalnya bukan dari Indonesia. Tapi berasal dari Eropa. Ada orang yang bernama Deandels, membawa beberapa burung gereja ke Indonesia. Setelah itu, burung gereja sangat cepat berkembang biak. Dari situ burung gereja menjadi sangat banyak di Indonesia bahkan dari Sabang sampai Merauke. Malah mungkin kelebihan spesies. Dan ternyata di Eropa, burung gereja sangatlah sedikit karena di Eropa lebih banyak membangun apartemen dan gedung-gedung tinggi lainnya. Karena itu burung gereja tidak bisa membuat sarang di atas atap rumah.

Kesanku mengikuti kelas VTS:
Menyenangkan sekali aku jadi belajar menyimak gambar, menyimpulkan dan berani memberi pendapat.

Terima kasih kak Kaysan dan kak Inu ;-)

Posting Komentar

0 Komentar